Pasangan Nurhasan dan HA Karim Saleh (Nurkarim) berjanji akan mencurahkan perhatian lebih besar untuk kebangkitan desa dan kelurahan apabila terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Maros pada pilkada 23 Juni 2010.
Bakal calon Bupati, Nurhasan, Jumat (26/3), menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program pro rakyat yang ditawarkan kepada masyarakat menghadapi pilkada yang kurang dari 90 hari lagi ini. "Ada banyak program yang kita siapkan," katanya.
Salah satu program utama dan digaungkan secara apik, menurut dia, adalah program kebangkitan desa. Dalam program ini, masyarakat desa akan menjadi subyek dari proses pembangunan yang berjalan di daerah itu. Bukan lagi obyek seperti selama ini.
"Dalam program kebangkitan desa ini, setiap desa dan kelurahan akan mengelola anggaran sebesar Rp 500 juta pertahun. Pengelolaan diserahkan ke masyarakat melalui BUMD (Badan Usaha Milik Desa," ujar Ketua DPW PBR Sulsel ini, kemarin.
Diakui Nurhasan, selama ini memang sudah ada konsep ADD (Alokasi Dana Desa) yang diperuntukkan bagi pembangunan pedesaan. Hanya saja, konsep ADD yang berjalan banyak dikerjakan oleh kabupaten. Tidak terlalu banyak melibatkan masyarakat desa.
Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan menggunakan konsep piramida terbaik, yakni yanh banyak ada di desa. "Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasilnya dilakukan oleh masyarakat sendiri. Mereka yang paling tahu keadaannya," katanya.
Selain itu, alumni UIN Alauddin Makassar, mengaku, pihaknya juga akan menghidupkan dan mengefektifkan kembali keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD). KPU akan menjadi tempat penyaluran alat-alat pertanian, seperti traktor, pupuk dan lainnya.
Menghadapi pilkada Maros Juni nanti, pasangan Nurkarim diusung oleh sejumlah partai. Dua diantara pemilik kursi di DPRD Maros, yakni PBR dan PKS yang masing-masing memiliki tiga kursi. Selain itu, ada beberapa partai lain, yakni Gerindra, PDP, PKPI dan PPPI.
Pasangan ini diklaim sebagai pasangan ideal yang mewakili geopolitik timur dan barat Maros. Nurhasan berasal dari dataran rendah diklaim mewakili barat, sedangkan Karim Saleh mewakili dataran tinggi sebagai representasi wilayah timur.
Dalam upayanya meraih dukungan masyarakat, Jumat kemarin, pasangan Nurkarim merambah sembilan titik di Kecamatan Cenrana untuk melakukan sosialisasi. "Kita terus melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat Maros," katanya.
(sumber: www.beritakotamakassar.com)
Bakal calon Bupati, Nurhasan, Jumat (26/3), menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program pro rakyat yang ditawarkan kepada masyarakat menghadapi pilkada yang kurang dari 90 hari lagi ini. "Ada banyak program yang kita siapkan," katanya.
Salah satu program utama dan digaungkan secara apik, menurut dia, adalah program kebangkitan desa. Dalam program ini, masyarakat desa akan menjadi subyek dari proses pembangunan yang berjalan di daerah itu. Bukan lagi obyek seperti selama ini.
"Dalam program kebangkitan desa ini, setiap desa dan kelurahan akan mengelola anggaran sebesar Rp 500 juta pertahun. Pengelolaan diserahkan ke masyarakat melalui BUMD (Badan Usaha Milik Desa," ujar Ketua DPW PBR Sulsel ini, kemarin.
Diakui Nurhasan, selama ini memang sudah ada konsep ADD (Alokasi Dana Desa) yang diperuntukkan bagi pembangunan pedesaan. Hanya saja, konsep ADD yang berjalan banyak dikerjakan oleh kabupaten. Tidak terlalu banyak melibatkan masyarakat desa.
Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan menggunakan konsep piramida terbaik, yakni yanh banyak ada di desa. "Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasilnya dilakukan oleh masyarakat sendiri. Mereka yang paling tahu keadaannya," katanya.
Selain itu, alumni UIN Alauddin Makassar, mengaku, pihaknya juga akan menghidupkan dan mengefektifkan kembali keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD). KPU akan menjadi tempat penyaluran alat-alat pertanian, seperti traktor, pupuk dan lainnya.
Menghadapi pilkada Maros Juni nanti, pasangan Nurkarim diusung oleh sejumlah partai. Dua diantara pemilik kursi di DPRD Maros, yakni PBR dan PKS yang masing-masing memiliki tiga kursi. Selain itu, ada beberapa partai lain, yakni Gerindra, PDP, PKPI dan PPPI.
Pasangan ini diklaim sebagai pasangan ideal yang mewakili geopolitik timur dan barat Maros. Nurhasan berasal dari dataran rendah diklaim mewakili barat, sedangkan Karim Saleh mewakili dataran tinggi sebagai representasi wilayah timur.
Dalam upayanya meraih dukungan masyarakat, Jumat kemarin, pasangan Nurkarim merambah sembilan titik di Kecamatan Cenrana untuk melakukan sosialisasi. "Kita terus melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat Maros," katanya.
(sumber: www.beritakotamakassar.com)
0 Comments:
Posting Komentar
Tolong dong Komentarnya...!!!